Bersumber dari Nasihat Imam Asy-Syafi’i rahimahullah
Ilmu dalam Islam bukan sekadar pengetahuan, tetapi cahaya yang menuntun hati menuju kebenaran. Karena itu, para ulama terdahulu menempatkan ilmu pada derajat yang sangat tinggi, bahkan lebih utama daripada banyak amal sunnah apabila ilmu itu benar-benar diamalkan.
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dikenal sebagai salah satu teladan terbesar dalam adab menuntut ilmu. Beliau menekankan bahwa ilmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang dimanjakan. Artinya, ilmu menuntut kesungguhan, pengorbanan, kesabaran, dan kerendahan hati.
Para ulama salaf tidak mencari ilmu untuk perdebatan, kedudukan, atau pujian. Mereka mencari ilmu untuk menghilangkan kebodohan dari diri sendiri dan dari umat. Oleh sebab itu, ilmu yang mereka miliki melahirkan rasa takut kepada Allah, bukan kesombongan.
Di zaman sekarang, akses ilmu begitu luas, namun adab terhadap ilmu justru sering berkurang. Banyak yang cepat berbicara sebelum memahami, cepat menyalahkan sebelum belajar, dan cepat tampil sebelum matang. Padahal, ilmu yang berkah adalah ilmu yang melahirkan tawadhu’, ketenangan, dan akhlak.
Pelajaran utama:
Ilmu yang benar akan menundukkan hati, memperbaiki amal, dan mendekatkan seseorang kepada Allah. Adapun ilmu tanpa adab hanya akan menjadi beban di akhirat.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Semoga Allah سبحانه وتعالى menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa mengambil pelajaran dari nasihat para ulama terdahulu, lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kategori
Artikel Populer
Menemukan Thumaninah di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia
02 Apr 2026
Menuntut Ilmu Jalan Mulia Para Pewaris Nabi
04 Apr 2026