Suka Makmue - Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. atau yang akrab disapa TRK, secara resmi melepas keberangkatan puluhan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Nagan Raya. Acara pelepasan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Masjid Agung Baitul A’la atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Giok, Kompleks Perkantoran Suka Makmue.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni pelepasan formal, tetapi juga dirangkai dengan prosesi adat Aceh, yaitu Peusijuek (tepung tawar), sebagai bentuk doa dan restu agar para tamu Allah diberikan keselamatan dan kelancaran dalam beribadah.
Momen Penuh Haru dan Doa
Suasana di dalam Masjid Giok tampak dipenuhi haru saat satu per satu jamaah menjalani prosesi Peusijuek. Bupati TRK dalam sambutannya menyampaikan pesan menyentuh kepada para jamaah:
"Ibadah haji adalah panggilan suci. Kami menitipkan doa kepada bapak dan ibu sekalian agar mendoakan kemakmuran bagi daerah kita, Nagan Raya, saat berada di tanah suci nanti. Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan fokuslah pada ibadah."
Poin Penting Pelepasan Haji Tahun Ini:
Lokasi Ikonik: Penggunaan Masjid Giok sebagai titik kumpul memberikan kesan megah dan religius bagi para jamaah sebelum bertolak ke embarkasi.
Prosesi Adat: Peusijuek dipimpin oleh tokoh agama dan Majelis Adat Aceh (MAA) setempat sebagai simbol keberkahan.
Fasilitas Pemda: Pemerintah Kabupaten berkomitmen memfasilitasi transportasi dan pengawalan jamaah hingga ke Asrama Haji di Banda Aceh.
Pesan Kesehatan dan Kedisiplinan
Mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang cenderung ekstrem, Bupati juga mengingatkan para jamaah untuk selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan dan pendamping haji. Beliau berharap seluruh jamaah yang berangkat dalam kondisi sehat, dapat kembali ke tanah air dengan predikat Haji Mabrur.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan * (tanda bintang).